Pilarekspres.com,Sengeti — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Ripin, yang menjadi tumpuan utama pelayanan kesehatan di Kabupaten Muaro Jambi, saat ini tengah menghadapi tantangan berat. Fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah ini dilaporkan mengalami krisis Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga medis. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menghambat laju program prioritas nasional, khususnya layanan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi (KJSU) serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di wilayah Kecamatan Sekernan.
Program KJSU-KIA merupakan bagian dari transformasi layanan rujukan Kementerian Kesehatan yang bertujuan untuk memangkas jarak dan waktu penanganan penyakit-penyakit katastrofik (mematikan) langsung di tingkat kabupaten. Namun, urgensi program ini kini berbenturan dengan kenyataan minimnya personel di lapangan.
Beban Ganda di Kecamatan Sekernan
Sebagai pusat administrasi pemerintahan Kabupaten Muaro Jambi, Kecamatan Sekernan memiliki kepadatan penduduk yang terus meningkat. RSUD Ahmad Ripin secara otomatis memikul beban kasus rujukan KIA (seperti persalinan risiko tinggi) dan penanganan awal pasien stroke atau jantung dari wilayah ini.
Fakta di Lapangan: Ketiadaan dokter spesialis yang mencukupi serta terbatasnya tenaga perawat penata anestesi dan intensif care membuat RSUD Ahmad Ripin harus berjuang ekstra keras. Dalam beberapa kasus darurat, pihak rumah sakit terpaksa masih harus merujuk pasien ke Kota Jambi, yang berisiko fatal bagi pasien dalam kondisi kritis (golden period).
Pihak manajemen rumah sakit mengakui bahwa pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) medis penunjang KJSU-KIA sebenarnya terus diupayakan lewat dana alokasi pusat. Namun, alat-alat canggih tersebut terancam menjadi "benda mati" jika tidak diimbangi oleh ketersediaan operator dan dokter ahli yang kompeten.
Tiga Akar Masalah Krisis SDM Rumah Sakit
Krisis tenaga kesehatan di RSUD Ahmad Ripin tidak terjadi dalam semalam. Terdapat tiga faktor utama yang saling berkaitan:
Moratorium dan Kuota Rekrutmen yang Minim: Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan CPNS beberapa tahun terakhir belum sepenuhnya mampu menutupi angka pensiun dan kebutuhan spesifik dokter spesialis sub-bidang.
Ketimpangan Insentif: Daya tarik finansial dan fasilitas penunjang bagi dokter spesialis di daerah tingkat kabupaten sering kali kalah bersaing dengan rumah sakit besar di kota-kota metropolitan atau sektor swasta.
Penyebaran yang Belum Merata: Masih banyak tenaga medis yang enggan menetap dalam jangka panjang di daerah, sehingga angka perputaran (turnover) staf medis cukup tinggi.
Langkah Mendesak ke Depan
Pengamat kebijakan publik kesehatan daerah menilai Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi harus segera mengambil langkah taktis. Pemerintah daerah tidak bisa lagi sekadar mengandalkan jalur rekrutmen reguler.
Diperlukan adanya skema insentif khusus yang bersumber dari APBD, beasiswa ikatan dinas bagi putra daerah untuk sekolah spesialis, hingga kerja sama lintas sektor (MOU) dengan rumah sakit vertikal milik Kemenkes demi mendatangkan tenaga ahli secara berkala (flying doctor).
Jika krisis SDM ini tidak segera diintervensi oleh pemangku kebijakan, masyarakat Kecamatan Sekernan dan Kabupaten Muaro Jambi secara luas yang akan menanggung dampaknya — kehilangan hak untuk mendapatkan layanan medis darurat secara cepat dan tepat di daerahnya.
Merespons situasi tersebut, Direktur RSUD Ahmad Ripin, Dr. Agus Subekti, menaruh harapan besar kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muaro Jambi agar segera mengambil langkah konkret. Ia mendesak adanya kebijakan khusus untuk merekrut tenaga medis yang handal demi menyelamatkan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Harapan Besar pada Intervensi Pemda
Menurut Dr. Agus Subekti, ketersediaan alat medis mutakhir yang mulai disokong oleh Kementerian Kesehatan untuk program KJSU-KIA tidak akan berdampak optimal tanpa adanya operator atau dokter spesialis yang berkompeten. Oleh karena itu, peran aktif pemerintah daerah dalam memetakan dan mengeksekusi rekrutmen menjadi kunci utama.
"Kami sangat berharap terkhusus kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Muaro Jambi untuk dapat memberikan dukungan penuh, terutama dalam merekrut tenaga medis yang handal dan siap mengabdi di RSUD Ahmad Ripin," ujar Dr. Agus Subekti saat dikonfirmasi mengenai kendala layanan di rumah sakit.
Ia menambahkan, rekrutmen ini bukan sekadar menambah jumlah kuota pegawai, melainkan berfokus pada kualitas dan spesifikasi keahlian yang saat ini kosong atau sangat minim di RSUD Ahmad Ripin, seperti dokter spesialis penunjang layanan jantung, stroke, dan intensif care.(Ad)




Social Plugin