Pilarekspres.com,Muaro Jambi – Puluhan siswa SMKN 1 Muaro Jambi dipastikan gagal menerima dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Hal ini diduga kuat akibat kelalaian pihak sekolah yang tidak memberikan informasi mengenai proses aktivasi rekening kepada siswa penerima bantuan. Akibatnya, dana yang seharusnya menjadi hak siswa tersebut kini telah ditarik kembali oleh kas negara.
Kronologi Pengabaian Hak Siswa
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah orang tua siswa merasa kecewa setelah mengetahui nama anak mereka masuk dalam daftar penerima bantuan, namun dana tersebut tidak dapat dicairkan. Kendala utamanya adalah tenggat waktu aktivasi rekening di bank penyalur telah terlewati.
Pihak sekolah diduga tidak transparan dalam menyalurkan informasi terkait daftar penerima bantuan PIP. Para siswa mengaku tidak pernah mendapatkan pemberitahuan resmi, baik melalui surat maupun pengumuman di lingkungan sekolah, sehingga mereka tidak melakukan kewajiban aktivasi hingga batas waktu yang ditentukan.
Dampak Kelalaian Administrasi
Sesuai dengan regulasi Kemendikbudristek, setiap dana bantuan yang tidak diaktivasi atau dicairkan dalam kurun waktu tertentu wajib dikembalikan ke kas negara (retur). Kejadian di SMKN 1 Muaro Jambi ini menjadi sorotan tajam karena merugikan siswa dari keluarga kurang mampu yang sangat bergantung pada bantuan tersebut untuk keperluan pendidikan.
"Kami tidak tahu sama sekali kalau anak kami dapat bantuan. Harusnya pihak sekolah proaktif memberi tahu, karena ini menyangkut hak siswa," ujar salah satu perwakilan orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.
Tuntutan Transparansi
Hingga berita ini diturunkan, pihak SMKN 1 Muaro Jambi belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan kelalaian administratif ini. Masyarakat dan pemerhati pendidikan di Provinsi Jambi mendesak Dinas Pendidikan setempat untuk segera turun tangan melakukan evaluasi terhadap kinerja manajemen sekolah tersebut.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi instansi pendidikan lainnya agar lebih teliti dan bertanggung jawab dalam mengelola bantuan sosial. Kelalaian kecil dalam penyampaian informasi dapat berdampak besar pada keberlangsungan pendidikan siswa yang membutuhkan.(Red)




Social Plugin