Pembangunan Ruang Kelas Baru(RKB) Dengan Nilai Rp 498 JT Dipertanyakan, TKN 22 Sebapo Tak Pungsikan Gedung Baru

Pilarekspres.com, - Muaro Jambi – Kondisi memprihatinkan dialami Sekolah TKN 22 Sebapo, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Meski Pembangunan Gedung Ruang  Kelas Baru (RKB) TKN 22 Sebapo yang dibangun tiga ruang telah selesai  aktivitas belajar mengajar digedung baru justru tidak dapat berjalan.Akibat tidak tersedianya mebeuler atau perlengkapan belajar seperti meja dan kursi siswa maupun guru.

Akibat ketiadaan mebeuler tersebut, para siswa dan guru TKN 22 sebapo terpaksa Masih belajar di Tempat yang lama,Senin (9/2/2026)

“Sumber Mengatakan Gedung kelas Baru sudah dibangun Tiga ruangan, tapi tidak ada meja dan kursi baik siswa maupun guru. Jadi Untuk Kegiatan belajar Mengajar kami masih menggunakan Gedung lama.Intinya Kegiatan Belajar Mengajar Kami tetap berjalan,” ungkap salah seorang sumber.

Menurut pantauan dilapangan,bahwaSituasi ini pun menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat, terlebih di tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi diketahui telah mengalokasikan anggaran yang cukup fantastis, yakni sekitar Rp 489 Jt  lebih untuk Pembangunan Gedung kelas baru TKN 22 Sebapo di RT 16 sebapo.

Yang lebih anehnya gedung yang baru dibangun menggunakan dana APBD tahun 2025 Muaro Jambi belum digunakan degan semestinya,diduga buang- buang anggaran saja.Gedung yang dibangun oleh pihak rekanan cv Putra Tunggal belum seumur jagung kini kondisinya sudah semak ditumbuhi ilalang dan rumput yang  tinggi seperti tidak terawat,slasar  samping kiri dan belakang terlihat mulai pecah dan rusak.Kemudian pengecatan plapon samping atas sebelah kiri slasar juga terlihat kurang maksimal,pemasang pintu tralis tidak bisa terkunci degan baik,pekerjaan lantai drenase sekolah tidak dikerjakan dengan maksimal dan terkesan pekerjaan gedung baru ini diduga asal jadi.Kabid TK/Paud harus memanggil pihak rekanan dan bertanggung jawab atas pekerjaan ini.

Disisi lain di lapangan menunjukkan masih ada sekolah negeri yang justru tidak mendapatkan fasilitas mebeuler sama sekali, meski bangunan fisik ruang kelas  baru telah selesai dibangun, menurut isu yang beredar, dinas pendidikan dan kebudayaan Muaro Jambi juga telah menganggarkan pengadaan mobler ditahun 2025 sebesar 3,8 milyar,lalu anggaran tersebut kemana?.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik, apakah pengadaan mebeuler tersebut memang telah direalisasikan di gedung TKN 22 Sebapo atau belum.Apakah TKN 22 Sebapo   memang tidak masuk dalam daftar penerima, atau justru pengadaan mebeuler itu sendiri belum sepenuhnya tersalurkan sesuai dengan peruntukannya.

“Kalau anggarannya ada, seharusnya sekolah yang ruang kelasnya sudah dibangun juga dilengkapi dengan meja dan kursi. Ini yang membuat kami bertanya-tanya, sebenarnya mebeuler itu ada atau tidak, dan kenapa sekolah ini tidak kebagian,lalu siswa beserta guru harus belajar di lantai.

Setelah dikonfirmasi dengan Kabid TK/Paud  melalui warshap beliau  menjawab, Soal bangunan lansung konfirmasi pak Jasrianto karena dio ppk nyo, karna saya masih baru, maka ditunjuklah pak Jasrianto sebagai ppk oleh kadis.

Saya masih baru, maka ppk nya tetap dilanjutkan oleh pak Jasrianto. Sebelumnya pak jas adalah kabid PAUD sedang saya masuk bulan November, waktunya tanggung menjelang tutup tahun anggaran dan saya juga belum memahami tentang semua itu,jawab Kabid.

Sementara kadis pendidikan dan kebudayaan Muaro Jambi Dr. kasyful Iman,M.Pd.I menyampaikan memang anggarannyo dak Ado Karna efisiensi.Kita baru  mampu bangun gedung..Kalau besok Ado anggaran kagek kita isi mebeulernyo pak,sampai kadis.

Masyarakat berharap pada dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait mekanisme dan distribusi pengadaan mebeuler tahun anggaran 2025 tersebut, agar tidak menimbulkan dugaan adanya ketimpangan atau ketidak tepat sasaran dalam penggunaan anggaran pendidikan.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak ini masih terus berusaha mengkonfirmasi Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi hingga memberikan keterangan yang lebih jelas terkait belum tersedianya meubeuler di TKN 22 sebapo dan kwalitas pembangunan gedung yang baru selesai dikerjakan di Kecamatan Mestong kabupaten Muaro Jambi.(Ad)