Serah Terima Antar ulur Adat Desa simpang. limo

Pilarekspres.com - Muaro Jambi seloko adat mengandung sistem nilai budaya yang terdiri atas konsepsi-konsepsi yang harus dianggap amat bernilai dalam hidup. Sebagai salah satu unsur sistem nilai budaya, seloko adat berfungsi sebagai pedoman bagi kelakuan manusia, khususnya manusia Melayu Jambi. Seloko adat perkawinan Melayu Jambi makin lama makin terlupakan. Pergeseran nilai-nilai sebagai akibat perkembangan ilmu dan teknologi membuat bentuk sastra lisan ini jarang mendapat perhatian. Nilai-nilai yang serba permisif menggusurnya secara telak. Begitu pula akibat interpolasi manusia membuat bentuk sastra ini berangsur-angsur hilang. 

Datuk Jamel S H selaku pemangku adat desa Simpang Limo menerima serah terima antar ulur adat di RT 09 di kediaman A.Bakri .Serah terima antar ulur ada yang berasal dari Calon mempelai laki - laki  yang berna Darmawan dari kecamatan Sekernan/sengti dengan calon mempelai perempuan yang bernama sriwahyuni,Minggu (4/1/2026).

Tidak banyak lagi warga masyarakat Melayu Jambi,yang mampu berkomunikasi dengan menggunakan seloko adat. Hanya orang-orang tertentu saja yang masih hafal dan terampil berseloko, terutama orang-orang yang sudah tua. 

"Sebagai sebuah karya sastra tradisional, seloko adat Ulur Antar Serah Terima Adat memiliki bentuk yang indah, tidak hanya pada tipologinya, tetapi juga dari segi diksi dan susunan katanya. Dengan demikian, karya ini tidak hanya memiliki fungsi secara retorik, tetapi juga memiliki nilai-nilai budaya. 

Penelitian terhadap bentuk dan fungsi seloko ini belum pernah dilakukan secara serius atau saintifik. Penelitian yang berupa kajian bentuk dan fungsi terhadap seloko adat ulur antar serah terima adat ini penting dilakukan, sehingga kita tidak mewarisi tradisi yang hanya bersifat seremonial, tetapi dapat menempatkan seloko ini sebagai hakikat karya sastra, menghargainya sebagai karya yang bernilai, dan memiliki kontribusi bagi kehidupan 

kini.(red)